Dari Pengalaman Saya, Inilah Pentingnya Mengatur Jarak Kehamilan

Sunday, 9 December 2018


Pentingnya Mengatur Jarak Ideal KehamilanSeandainya waktu bisa diputar ulang, seperti mp3 yang selalu saya dengarkan. Rasanya saya ingin mengubah beberapa hal, diantaranya mengatur jarak kehamilan anak pertama dan anak kedua. Saat ini sih, saya sudah bisa menerima itu semua. Hamil anak kedua tanpa di planning sama sekali, jujur awalnya sih membuat saya syok. Bahkan waktu itu sampai menyalahkan suami, memandangi anak pertama saya dengan penuh rasa sedih. Tidak, tentu tidak kalau saya menyesal namanya juga rezeki. Tapi, kondisi fisik dan psikis saya saja yang belum siap.

Saya lebih menyesali betapa bodohnya saya yang kurang ilmu, sampai-sampai mau pasang KB saja banyak mikir dan takut ini itu. Padahal kan belum tentu terjadi seperti apa yang saya fikirkan. Sampai akhirnya saya hamil anak kedua saat anak pertama saya berusia 10 bulan.

Hamil Saat Usia Anak Pertama 10 Bulan
Pada usia Abimanyu yang ke 2 bulan, saya sudah haid dan rutin tiap bulan. Lancar. Mamah saya padahal waktu itu sudah bilang suruh pasang KB. Soalnya kasihan Abim masih kecil kalau sampai saya hamil lagi.


Sempat tanya-tanya pada beberapa teman soal KB, dan dari beberapa diantaranya mantap untuk memilih tidak memasang KB. Dan mereka hanya mengandalkan KB alami, seperti kondom dan kalender. Yasudahlah ya, dengen percaya diri juga saya mantap untuk tidak memasang KB karena alasan takut gak cocok, takut haid jadi gak lancar, takut badan jadi sakit-sakit efek KB, dsb.

Tapi, ternyata eh ternyata kualat keknya saya HAHAHA.

Dulu saya sempat punya cita-cita kalau usia saya 25 tahun saya mau sudah punya anak 2, biar kayak di film-film bisa jadi mamah muda yang jalan-jalan ke mall bareng anak gadis/ bujangnya. Tahu kan Riky Harun ma Dona Harun? Ya, model begitulah rupanya HAHAHA. Ngimpi!

Eh, ternyata keinginan saya dikabulkan di usia saya yang ke 28 tahun. Dulu mah ya, belum tahu rasanya capek ngurus anak. Sekarang, setelah tahu. Ya Allah ingin ku menguburkan cita-cita bodoh itu. 😂😂😂

Saat pertama test pack serasa gak percaya gitu kalau garis merahnya ada dua, ah salah kali nih. Gak akurat keknya. Sampai akhirnya beli lagi yang merk Akurat, karena sebelumnya bukan merk Akurat. Eh ternyata garis dua lagi. Soalnya tanda awal kehamilan itu gak ada banget saya alami, memang dari hamil pertama juga gitu sih. Apalagi tanda awal kehamilan sebelum telat haid seperti mual atau muntah, semua itu gak ada. Orang-orang biasa bilangnya itu hamil "kebo" HAHAHA.

Test pack emang alat tes kehamilan yang akurat yang bisa kita lakukan di rumah. Tapi, kadang kayak gak percaya juga ya. Sampai akhirnya saya memutuskan ke dokter kandungan untuk USG, eh ternyata bener sudah ada kantungnya. 😏

Btw, daripada ngeyel kayak saya gak yakin kalau hami. Baca-baca artikel ini deh tentang tanda-tanda awal kehamilan yang wajib kamu tahu. Berikut linknya: https://review.bukalapak.com/mom/hamil-atau-pms-nih-ini-7-tanda-awal-kehamilan-yang-wajib-kamu-tahu-16743 siapa tahu bisa mencerahkan buat kamu yang lagi galau juga, antara hamil gak nih? 😂

Tapi ya, sekali lagi yang namanya anak itu kan juga rezeki jadi InsyaAllah lah saya tidak menyesal sekarang. Sudah lewatlah masa-masa galau seperti itu mah. Sekarang tinggal menikmati capeknya ngurung babayi laki-laki dua yang aduhai aktifnya.

Yang jelas mah, saya percaya bahwa badai pasti berlalu. Akan ada pelangi di pengkolan depan. 😅

Kalau Tidak Mau Punya Anak Jarak Dekat, Planning!
Rupanya memang benar adanya, yang namanya planning itu penting banget dalam hidup. Begitupun dengan mengatur jarak kehamilan supaya gap usia anak tidak terlalu dekat. Memang sih manusia hanya berencana tetapi Tuhan jua lah yang menentukan hasil akhirnya.

Tapi, gak ada salahnya dong kalau kita merencanakan kapan sih waktu yang tepat untuk hamil anak kedua. Nah, hamil kedua dengan jarak terlalu dekat dari yang pertama ternyata dinilai kurang ideal. Kenapa? Berikut beberapa faktor yang bisa menjadi bahan pertimbangan:

🎀 Jarak Ideal Dari Sisi Medis. Empat tahun adalah jarak ideal dalam menjaga jarak kehamilan dari sisi medis. Minimal dua tahun untuk memulihkan diri si Ibu pasca persalinan, dan dua tahun berikutnya merupakan masa penyesuaian dalam merawat bayi yang baru lahir dan menyiapkan kesehatan secara signifikan.

Selain itu kita juga masih perlu pemulihan serta asupan gizi yang banyak pasca melahirkan. Begitupun dengan anak, ASI eksklusif selama 2 tahun adalah hak anak untuk mendapatkan gizi dan stimulasi yang optimal.

Ada juga studi yang mengemukakan bahwa anak kedua yang dilahirkan kurang dari setahun kelahiran anak pertama memiliki resiko autisme 50 persen lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang dilahirkan dengan jarak 2-5 tahun dari kakaknya.

Namun, tidak juga kelamaan. Jarak kehamilan lebih dari 5 tahun dikhawatirkan akan mengakibatkan si kakak iri terhadap adiknya, karena terlalu lama menjadi anak tunggal.

🎀 Kondisi Psikologis Ibu dan si Kakak. Menurut psikologis, kondisi keemasan anak ada pada 5 tahun pertama. Jadi, maksimalkan perhatian dan apa saja yang dibutuhkan anak pada usia tersebut. Namun, seperti yang saya bilang di atas kondisi jarak ideal kehamilan ke dua adalah 4-5 tahun, kalau lewat dari itu dikhawatirkan akan iri dengan adik baru lantaran terlalu lama menjadi anak tunggal.

Untuk si Ibu sendiri, umumnya dengan jarak yang demikian Ibu sudah lebih segar lebih sehat dan lebih siap untuk kehamilan kedua. Dikhawatirkan jika jaraknya yang terlalu dekat dapat menyebabkan berbagai kondisi negatif post partum seperti Baby Blues ataupun Post Partum Depression.


Yang paling penting bebaskan diri terlebih dahulu dari stress dan pikiran yang mengganggu agar lebih fresh dan siap menerima anggota keluarga baru. Dan ini kerasa banget di saya, bukan stress menerima anggota baru sih tapi stress ke ngurusin ini itu sendiri, karena kan ya capek ya semua-semua sendiri gak punya nanny huhuhu.

Apalagi kalau kondisinya kayak sekarang ini, anak-anak keduanya sedang kurang sehat. Siap-siaplah jadi mama zombie, begadang semalaman. Mana LDR-an ma suami pula. Mantap memang! 👍 Seperti punya anak kembar. 😂
🎀 Mengatur Keuangan. Mengasuh anak itu membutuhkan banyak biaya, kalau jarak kehamilan dan kelahiran anak kedua dan pertama berdekatan maka dana pembelian barang-barang sampai dana pendidikan sekalipun akan keteteran. Memang sih, kalau rezeki itu urusan yang di atas. Tapi, kalau secara finansial kita juga sudah mem-planning-kannya kan akan jauh lebih baik dan lebih santai.

Dan ini kerasa banget di saya, saya belum punya kesiapan finansial yang matang. Tapi, Alhamdulillah Allah ngasih rezeki mah dari mana saja ya. Ya, pas butuh pas ada. Intinya mah untuk saat ini cukup saja dulu. Toh asal anak-anak masih bisa makan enak, masih bisa beli baju, masih bisa jajan di luar. Semuanya kan harus di syukuri.

Tapi, kalau jaman sekarang masih relevan gak sih dengan istilah "Banyak anak banyak rezeki" ? Secara ya, tengoklah salah salah satunya itu biaya pendidikan jaman now kan mahal banget. 😅

Maka Setelah Selesai Nifas Harus KB
Nah, ngomongin planning tentang jarak kehamilan. Salah satunya adalah dengan ber-KB. Sebenarnya KB pun tidak menjamin 100% ya, tapi sebagai manusia kita kan harus berusaha walaupun hasil akhirnya tetep urusan yang di atas.

Kebetulan setelah selesai nifas pasca melahirkan anak kedua kemarin saya memilih untuk memasang IUD. Kalau kamu yang masih belum sreg dengan IUD karena tidak mau ada benda dalam tubuhmu, mungkin KB suntik atau pil bisa jadi pilihannya. Tapi, ya itu sih kembali ke pilihan masing-masing ya. Pokoknya mah, dipenakke wae ya jeung. 😁

Lebih Banyak Bersyukur!
Ya, sekarang lebih banyak bersyukur sajalah. Bersyukur kalau saya ini subur, tidak harus berobat kesana kemari untuk mendapatkan keturunan. Tidak harus ikut program kehamilan ini itu.

فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Semakin tidak ada alasan sebenarnya buat saya untuk mendustakan berbagai rezeki dan kenikmatan dari-Nya. Semoga saya bisa selalu dan terus bersyukur, walaupun kadang kala lelah juga mendera HUHUHU.

Semoga dari cerita pengalaman saya ini, bisa membuat planning untuk mengatur jarak kehamilan kamu bisa lebih wise ya. Kalaupun mau punya anak jarak dekat sih ndak masalah ya, monggo kalau memang sudah sepakat dengan suami dan keluarga.

Kalau ada yang mau sharing juga, boleh banget loh tulis di kolom komentar.

Happy Parenting!



46 comments:

  1. Hahaha sama ceu, aku juga hamil pas Aal 20 bulan, adeuh emang ya capek bgt ada 2 bayi di rumah. Dan 4 tahun emang jarak yang enak, waktu hamil aldebaran, kifah udah paud, jd ga capek teuing. Tapi teuteup emang kudu bersyukur, udah takdir ugha tinggal dijalani.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahha... iya ceu, uda tinggal jalani aja... Semangaaat!

      Delete
  2. Semangat ya. Saya juga anak kedua pas yang pertama usia 20 bulan ^^, tapi baru ketahuan pas janinnya usia 4 bulan soalnya emang siklus mensnya gak lancar.

    ReplyDelete
  3. Anak kedua ku juga tanpa planning mba tapi alhamdulilah berjarak 5 tahun dan aku masuk tim kb alami :D bersyukur memang menjadi pilihan paling utama :)

    ReplyDelete
  4. Jarak anak pertama saya dgn anak kedua 2.5 th. Dan saya berniat pnya minimal 3 anak. Penginnya sih dijarak 2 tahunan aja. Kalau kelamaan keburu tua sayanya hahaha... Btw, baru tahu juga klo jarak kelahiran kurang dr setahun berisiko lebih besar kena autisme.

    ReplyDelete
  5. Aku dulu mikir punya anak jarak dekat enak, sekalian deh ngasuhnya. Tapi pernah tuh bantu jagain 2 anak kembar, ya Allah, rempong banget! Nanti kalau mau punya anak memang kudu banyak persiapan terutama mentalnya

    ReplyDelete
  6. Aku percaya banget kalau hamil ini bener-bener kuasa Allah.
    Karena apa?
    Temen aku ada yang uda di plan sedemikian rupa, pasang KB IUD...tapi bobol juga.

    Sedih juga rasanya...dan stresfull.

    Jadi, jangan lupakan komponen doa.
    Semoga dimampukan Allah atas segala takdir yang diberikan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, memang balik lagi manusia hanya bisa berusaha tapi hasil akhir mah tetep kuasa Tuhan hihihi

      Delete
  7. Jadi teringat kakak sepupu yang hamil tanpa di planning. Dalam waktu setahun anaknya udah tiga. Bahagia sih anaknya kakak sepupu banyak tapi agak susah dan rempong ngurusnya.

    ReplyDelete
  8. Setelsh lahir anak ketiga dan saya nasih belum juga KB hehehe, saya sih pasrah mba :D sempet sih nyoba kb pil eh malah pusing hafi stop belum nerusin lagi

    ReplyDelete
  9. Setuju banget kalau pengaturan kehamilan tuh penting banget. Tapi ya kalaupun berdekatan, tugas orangtua untuk menyamaratakan kasih sayang walau jarak antar aank berdekatan :)

    ReplyDelete
  10. Anakku berjarak 5,3 tahun, tapi karena nggak sengaja. Entahlah napa hamil anak kedua butuh waktu lama. Sementara saat anak pertama aja cuma nunggu 1 bln setelah nikah langsung hamil. Tapi bener sih aku jadi santai menghadapi kehamilan kedua, lebih siap dan ternyata melahirkan juga lebih gampang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya, kalau anak pertama sudah mandiri dalam artian sudah ngertilah kalau dibilangin mau hamil anak kedua lebih siap hihihi

      Delete
  11. Wah pengetahuan baru nih untuk saya, jika saya menikah nanti. Thank you mba.

    ReplyDelete
  12. Merencanakan jarak kelahiran memang bagian dari merencanakan keluarga sejahtera ya.. Ya meskipun segala sesuatunya sudah ditakdirkan Yang Kuasa, tapi tak ada salahnya manusia berikhtiar untuk kebaikannya..

    ReplyDelete
  13. Bisa membayangkan mengasuh 2 anak sekaligus, I feel you, mba...
    Aku saja mengasuh 1 anak cukup menguras tenaga dan pikiran, HAHAHA.

    So, itulah kenapa aku sangat bersyukur kenapa hanya diberi momongan cuma 1.
    Aku percaya Allah tahu yang terbaik buat kami, berdua...

    Meski di usia 50 ini, kadangkala keinginan untuk punya bayi lagi, sesekali menguap di sanubari ^^

    ReplyDelete
  14. Berarti kalau banyak yang bilang, repot ya repot sekalian, itu sungguh teori, ya. Hahaha. Btw, aku pasang IUD pasca melahirkan. Ngga nunggu sampai nifas. Hasilnya, ngga ada ngangk*ng2 lagiii. Hihihi Semangaatt ya, Kakaak. Aku baru mau otw 2 anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau ada yang bantuin ngasuh sih repot-repot sekalian hajar bleh, kalau sendirian mah. DUH! hahahaa

      Delete
  15. Cutee banget anaknya mba pengen cubit �� thanks loh tipsnya bermanfaat sekali bagi saya yg masih single ��

    ReplyDelete
  16. Nyiahahahah itu aku banget sebelum 25 udah punya 2 anak, tapi itu bukan cita2kuuuuuu. Aku juga kesundulan. Wkwkkwkkkw. Aku tahu rasanya punya anak lagi ketika yang besar masih menyusu, huhuhu. Malahan waktu itu aku yg pertama masih 8 bulan :D Sekarang mah ceritainnya ketawa2 yah, dulu mah tiap hari nangis2 mulu yang ada. :D :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... Iya ya mba, sekarang mah udah santai-santai aja. Dulu pas awal-awal senang ma sedih campur aduk :D

      Delete
  17. Gak ada salahnya ya mba mengatur dulu sebelum diberi kepercayaan punya anak. Mumpung aku belum nikah, mau bikin rencana yg matang buat calon anak :D

    ReplyDelete
  18. Jadi inget adik saya. Dia punya prinsip biarin jarak anak pertama deketan dengan yang kedua. Biar sekalian capeknya katanya. Ntar gede bareng dah enak, gak ada lagi anak kecil yg diurus. Tapi yang ada sekarang ngeluh mulu capek dan nyesel jarak anaknya deketan, gak kuaaat, katanya hihi

    ReplyDelete
  19. Wah jadi ingat masa-masa perjuangan dan penuh drama �� sesungguhnya hamil lagi pada saat si bayik masih kicik (4 bulan) itu luar biasa ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. wih, 4 bulan mbak? setrong lah ini emaknya hihihi

      Delete
  20. aku dulu emang niat program, dan paling selama ga program itu aku pake kontrasepsi mba, jadi biar ga hamil jarak dekat

    ReplyDelete
  21. Wahh iya, planning jarak kehamilan emang harus diperhitungkan bgt, baik dr fisik, finansial, kesiapan si ibu juga, dsb
    Alhamdulillah hamil anak kedua ini mang sesuai yg direncanakan, wlpn di awal aku pgnnya jaraknya hanya 2 tahun, tapi Allah memberikannya 4 tahun :)

    ReplyDelete
  22. AKu juga mengatur jarak waktu mau hamil anak kedua & gak pakai KB :) Pokoknya jaraknya aku gak mau 3 tahun biar pas masuk sekolah gak barengan semua hehehe. Allhamdulillah jaraknya pa 4 tahun karena mereka lahir di bulan yang sama

    ReplyDelete
  23. Aku ga pernah atur jarak kehamilan kak dan udah kebayang sih sekarang jarak anak satu dan ke dua itu 3 th jadi pasti biaya sekolah per 3th itu cetar banget wkwkw.

    ReplyDelete
  24. Aku lima bersaudara mbak dan jarak umur kami sampai anak ke 4 terpaut 1 tahun,cuma adik yang paling kecil saja terpaut 4 tahun dari anak no 4..kebayang gimana rempongnya ibuku saat itu hihi.

    ReplyDelete
  25. Dulu juga aku pernah menyesal begitu karena anak pertama masih 5 bulan eh udah hamil lagi wkwkw.. Memang di awalnya itu berat tapi setelah anak2 besar, justru mereka kelihatan senang karena punya teman main. jadi anak2 saya jarang main dgn anak tetangga, wong kakak adiknya juga masih sepantaran. Mereka juga saling mengajari. Setelah anak 3, baru deh KB karena merasa udah cukup lah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah iya ya mba, jadi ada temen main aku juga mikirnya gitu. Jadi, si anak gak kelayapan main kesana kemari hehehe

      Delete
  26. Jarak usia kedua anakku juga berdekatan, yaaaa rmpong di awal, tapi udah segede skrng udah enak, makanya akahirnya cukup dua ini aja, blm dapat hidayah nambah lg hehe.

    ReplyDelete
  27. Mirip aku nih ceritanya, kesundulan gara2 pede mengandalkan KB alami hahahaaa. Padahal keuangan lagi morat marit waktu itu. Tapi ternyata anak kedua ini yg bikin semua pintu rejeki kebuka :)

    ReplyDelete
  28. Aku cita citaku pingin punya 6 anak gara2 suka ma film brady bunch di tv..hahahaha

    ReplyDelete
  29. Harusnya jarak tiap anak2ku 2 tahun..eh banyak keguguran jadilah jarak jauh tanpa sengaja

    ReplyDelete
  30. Dinikmati aja ya Hance, anak2 yg aktif adalah aset negara di masa depan :))
    Eh tapi bener loh, jika udah terbiasa anak kita aktif tuh, pas mereka diem aja karena sakit duuuhhh sedihnya. Berharap mereka kembali biyayakan, boyok pegel ga masalah beresin segala kecarutmarutan rumah karena keaktifan mereka itu. Bener kan? Mengalami seperti itu juga kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, jadi ketika mereka sakit diem aja aku kangen mereka yang pecicilan hahahhaa...

      Delete
  31. Kita senasib haha, hamil lg saat si calon kakak masih bebiiii. :)

    ReplyDelete
  32. Aku nih anaknya banyak. Alhamdulillah masa kecil anak2 udah terlewati dan swkarang kangen pengen mereka kecil lagi

    ReplyDelete
  33. Anakku sekarang umur 11 bulan dan aku belum KB.
    tiap bulan jadi deg2an kalo telat haid. hehe

    mau KB tapi masih galau aku tuh..

    ReplyDelete
  34. aku bersyukur jarak raya & shasha beda 4,5 tahun, karena ngga kebayang kl deketan pasti raya sirik berat sama adeknya karena dulu dia memplok banget sama aku. Pas gede raya sendiri yg minta adek, jadi sekarang dia sayang banget sama adeknya dan ngerti kalau mamih harus ngurus adek dan raya utk sementara ama abah dulu :D
    Tapi menurut aku, semua yg terjadi pasti kehendak Allah, dan Dia tau batas kemampuan kita... kalau han2 punya anak deketan berarti Allah yakin han2 bisah.. semangka!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mamih, semangaaat! Emak kudu setrong ya biar urusan negara aman sentausa hahahah

      Delete
  35. Kenapa kebanyakan anak kedua lahir tanpa persiapan ya? Xixi.. soalnya saya gitu juga. Tapi saya masih lebih beruntung, karena jarak kelahiran antara anak pertama dan kedua, 3 tahun 8 bulan. Belum terlalu ideal, tapi cukup lah..

    Bener memang kalau jaraknya kelamaan, takutnya si kakak akan lebih iri. Meski kebanyakan bisa ngemong juga si. Saya, terlanjur jadi anak bungsu sampai usia 10 tahun. Pas tau ibu saya hamil lagi, rasanya sebel. Tapi begitu adik saya lahir sih, semua berjalan baik-baik saja..hehe.. cuma memang rada kesel karena ngga jadi anak bungsu lagi, wkwkwk..

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkomentar yang sopan dan membangun. Jangan bosan untuk berkunjung lagi ya. :)