Monday, 26 January 2015

Kenapa Hujan Membuat Melow Lalu Kemudian Galau?

Kenapa Hujan Membuat Melow Lalu Kemudian Galau

Banyak orang yang terkadang mengeluh akan hujan, "Kok hujan sih?" "Hujan, berhenti dong!" "Hujannya nyebelin lama banget" bla bla bla dan sebagainya. Mungkin termasuk saya terkadang berkata seperti itu hehehe...Selalu banyak alasan untuk membenci atau menyukai hujan. Tapi tahukah kamu ternyata di balik hujan terdapat fenomena "Galau dan Melow". Kenapa? Kenapa Hujan Membuat Melow Lalu Kemudian Galau?

Ternyata galau telah banyak diteliti di Amerika dan Eropa dalam beberapa tahun kebelakang. Konon katanya galau adalah bagian dari fenomena psikologis yang populer dinamai dengan Seasonal Affective Disorder (SAD).

Lalu apa hubungannya Melow, Galau dengan Hujan?

Beberapa hari ini saya blogwalking ke tetangga sebelah, ternyata banyak dari mereka yang menuliskan mengenai "Kenapa hujan bikin galau? Atau kenapa hujan bikin melow?". Ya, mungkin sekarang lagi musin hujan kali ya jadi banyak yang posting fenomena hujan. Saya sendiri terkadang juga merasakan hal yang sama sih hihihi...Ketika mendung lalu kemudian turun hujan, kok tiba-tiba moodnya jadi turun perasaan jadi sedih gitu. Why? Padahal tidak ada sesuatu yang terjadi.

Ternyata setelah saya penasaran dan membaca beberapa artikel, menurut para peneliti bahwa hujan dapat menurunkan mood seseorang. Dan ketika penjelasan biologi dan kedokteran dirangkai menjadi satu dengan kajian psikologi akhirnya dapat dipahami bagaimana mesin melow dan galau bekerja ketika hujan.

"Ketika hujan dan cuaca menjadi mendung, apalagi jika berada di dalam ruangan, tubuh terutama mata akan menerima cahaya jauh lebih sedikit dibandingkan ketika cuaca cerah. Sedikitnya cahaya yang masuk ke mata akan diterima sebagai sinyal oleh otak dan melewati bagian otak yang disebut Hipothalamus. Bagian ini bertanggung jawab mengontrol beberapa proses seperti tidur dan mood. Ketika mencapai hipothalamus, sinyal akan diteruskan ke Glandula pineal yang dalam kondisi kurang cahaya seperti hujan dan mendung akan memproduksi banyak hormon Melatonin. Melatonin inilah yang mendorong seseorang menjadi lebih mudah mengantuk dan melamun."

"Disisi lain ketika hujan turun dan langit menjadi gelap, kulit manusia mendapatkan lebih sedikit cahaya matahari menyebabkan vitamin D di dalam tubuh menjadi sedikit. Rendahnya level vitamin D ternyata mempengaruhi level Serotonin di dalam otak. Serotonin adalah protein pembawa sinyal (neurotransmitter) yang bertugas meneruskan sinyal dari sel syaraf ke sel target. Selain bertanggung jawab pada pengaturan mood, Serotonin juga memegang peranan dalam proses mengingat. Ketika hujan, mendung dan lingkungan sekitar menjadi lebih gelap. Serotonin dapat mengalami penurunan level sehingga mood akan berubah dan orang akan cenderung melamun dan akhirnya mellow kemudian galau."

Oiya, ketika hujan terkadang juga saya jadi membayangkan masa lalu. Seperti kenangan masa kecil, masa-masa sekolah dulu, dll. Seperti perkataan puitis di bawah ini.

"Di dalam hujan terdapat syair yang hanya bisa didengar oleh orang yang sedang rindu, sehingga meresonansi ingatan masa lalu".
Nah loh...

Ternyata di balik hujan tersimpan berjuta misteri ya.

Tapi yang saya tahu dan mungkin ini juga bagian dari misteri tersebut, kalau pas hujan itu paling enak bikin mie rebus, makan gorengan minum secangkir teh hangat kemudian melanjutkan tidur hahaha...

Sekiranya itulah yang bisa saya jelaskan  "kenapa hujan membuat melow lalu kemudian galau?" Semoga informasi kali ini bermanfaat.

Image Source: Pixabay

No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah berkomentar yang sopan dan membangun. Jangan bosan untuk berkunjung lagi ya. :)