Friday, 20 March 2015

Real Life VS. Social Media Life

Kali ini mengapa judul postingan saya Real Life VS. Social Media Life? Sebenarnya sedikit curhat saja sih dan beropini tentang seberapa berpengaruhnya social media ke kehidupan nyata. Dan seberapa besarkah efeknya terhadap cara berfikir kita, baik dari sisi negatifnya maupun dari sisi positifnya.

Real Life VS Social Media Life

Di eranya sosial media seperti sekarang ini bukan jadi rahasia lagi bagi setiap orang untuk mengumbar kehidupan pribadinya, aktifitas sehari-hari, baju apa yang dipakainya hari ini bahkan makanan apa yang dimakannya tiap hari. Rasanya saat ini semua orang berlomba-lomba memberikan yang terbaik di social media. Yap, mungkin saya salah satu diantaranya (sok gaul di sosmed haha...). Siapa sih yang tidak ingin menampilkan yang terbaik dari diri kita dari apa yang kita punya kepada orang lain. Jika kamu mempunyai blog atau akun instagram pasti banyak sekali kisah-kisah menarik atau gambar-gambar menarik dan wow untuk kita kagumi dan bikin envy. Jatohnya jadi kayak show off sih, tapi whatever-lah ya selama masih ada yang mengambil hikmah dan sisi positifnya maju terus pantang mundu. Toh juga akun-akun kita wkwkkwk... *sewot

Tapi, tahukah kamu disamping rasa kekaguman terkadang terselip sebuah pertanyaan besar yang bisa membuat kita up and down? Dari sisi positifnya kita bisa berfikir seperti ini, "Kisahnya sangat menginspirasi sekali" atau "Foto-foto di Instagramnya bagus-bagus ini membuat saya mendapatkan ide baru". Tetapi kenyataannya terkadang kita bertanya-tanya juga dari sisi negatifnya "Wow, banyak sekali kisah menarik yang blogger ini punya. Tidak seperti kisah hidup saya yang rasa-rasanya kok flat gitu-gitu saja" atau "Follower Instagramnya banyak sekali, pasti dia terkenal tidak seperti saya yang segitu-gitu saja". Nah lho...Saya sadar betul terkadang hal-hal seperti itu juga yang saya fikirkan hahhaa....Tapi pernahkan kamu atau kita berfikir, bahwa apa yang mereka tunjukan itu hanya sebagian kecil dari kehidupan mereka. Kita tidak pernah tahukan bagaimana mereka bergelut dengan cucian yang segunung setiap harinya, bagaimana dengan kehidupan keluarga mereka, atau apakah mereka punya hutang atau tidak yang harus ditanggung selama 20 tahun ke depan, dll.

Nah, ternyata lagi-lagi mereka hanya memilih sisi terbaik yang mereka punya untuk dikonsumsi oleh orang lain. Walaupun ada juga sih segelintir orang yang terkadang juga menunjukkan kisah sedihnya. So, kenapa kita harus repot-repot mikirin ini itu. Fikirkan saja bagaimana kita bisa ambil hikmah dari sisi baik mereka yang ditunjukan kepada kita.

Ini balik lagi, seberapa wise-nya sih kita menyaring kisah/ berita yang ada di social media. Terkadang social media ini juga menjadi salah satu pembelajaran bagi saya dan mungkin bagi kita semua bahwa apa yang mereka punya belum tentu kita punya dan sebaliknya apa yang kita punya belum tentu mereka punya, seperti seorang pujangga yang bilang bahwa hidup itu harus saling melengkapi.

"Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah.
Tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik.
Jangan menyerah, jangan menyerah!"
~D'massive

Sebenarnya dampak social media di kehidupan pribadi saya apa juga saya tidak menyadari betul sih hahaha...Karena saya gak addict banget sama yang namanya sosmed. Tapi yang jelas itu tadi bisa buat saya berfikir syukuri apa yang ada karena hidup adalah anugerah. Nyambung gak sih? Akh gak papa lah banyak kabel kok jadi disambung-sambungin aja. *maksa :D

Setelah menulis beberapa kalimat di atas saya jadi berfikir, sok wise banget ya saya? hahaha...Seperti yang saya bilang di awal, saya bukan lagi menggurui melainkan lagi curhat dan beropini hehehe...

Image Source : Stokpic with graphic added by handdriati.

Jadi, adakah dampak social media bagi kehidupan kamu? Let me know ya :)

15 comments:

  1. Berdampak banget soalnya kerjanya di kantorpun salah satunya ngurusin socmed hahah. Kalau di kantor lebih untuk promo dan branding sih :) kalau digunakan dengna bener socmed itu berguna banget dan datengin duit

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget mba, kalau diseriusin bisa datangkan pundi pundi uang...
      Apa lagi kalau kerjaannya berhubungan dengan sosmed, wah...itu bisa menjadi salah satu faktor naik gaji gara-gara sosmed ya hahaha....

      Delete
  2. Itulah. Banyak yang bilang gini ke aku "Rul,,kamu kayak g pernah punya masalah,,ga pernah kehabisan duit,,ga pernah galau" hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahha...iya ya mba...ternyata social media effect itu bisa mengkamuflase cara pandang orang lain terhadap kita...Alhamdulillah kalau semuanya positif ya mba...#tsaahhh hahaha....

      Delete
  3. Makanya klo aku selalu mengingatkan diri sndiri terus *lagi berusaha* jgn pernah membangun topeng kehidupan. Tapi membangun kapasitas diri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba tetty...dan kata2mu itu lho ya ampun quote of the day lah "jangan pernah membangun topeng kehidupan, tapi bangunlah kapasitas diri" hihihi....

      Delete
  4. Aku sempet gak mau buka socmed beberapa waktu yang lalu. Emang lagi mellow sih. Liat orang hidupnya "kelihatan" bahagia dan berlebih, gak bisa dipungkiri ada rasa iri. Tapi sekarang aku fokus untuk bisa bikin hidupku lebih bahagia lagi dengan cara bersyukur :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mba lia, intinya itu bersyukur hihi...semangat ya :)

      Delete
  5. Melalui medsos, aku suka kepo-in orang-orang yang aku anggap keren dan bikin aku iri :D Pingin tahu apa lagi prestasinya.. buku apa lagi yang dia terbitkan... acara apa lagi yg dia ikuti.. terus... jadi terpacu buat meng-kerenkan diri juga :D hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, ada beberapa orang yang juga aku kepoin mba...biasanya aku tiru tentang fashionnya atau tentang gambar dan fotonya kan jadi nambah ide gitu hehe...

      Delete
  6. saya pernah nonton sebuah acara talkshow di Nat Geo channel "Star Talk" yg membahas ttg the power of social media (intinya gitu deh ya, sy lupa judul lengkapnya). Salah satu narsumnya bilang "Org2 memang selalu memperlihatkan sisi terbaiknya di socmed, padahal belum tentu juga kehidupan sebenarnya seperti itu." Jadi IMHO sbnrnya gak perlu iri2an dgn kehidupan yg ditampilkan org lain di socmed. Bisa jadi itu blm tentu 'seindah warna aslinya' atau kalaupun iyah begitu adanya pastilah ada sisi kehidupan mrk yg kurang gemerlap dan tidak dishare ke ranah publik. Mungkin kehidupan kita malah lebih baik.
    Apapun, just be happy untuk siapapun yang membagi kebahagiannya dgn kita begitu pula kita jg tetap berbahagia dengan kehidupan kita. Bisa jadi malah mereka yang iri dgn hidup kita tanpa kita sadari.
    Eh ya maaf deh Mak, komennya panjang hehehehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak apa apa mak, lebih panjang lebih seru *eh* hehe...
      Tapi emang bener kok ya mak, apa yang tertampil di medsos belum tentu sesuai dengan aslina, siapa tahu pencitraan aja *curcol* wkkwkw...Yang penting tetap bersyukur dg apa yg kita punya yg belum orang lain punya ya mak vita? :)

      Delete
  7. Bikin lebih autis pastinya hahaha
    Harus pintar2 bagi waktu untuk manusia di alam nyata dengan manusia di alam maya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi...betul mba, kadang bikin autis saya juga...hahha...

      Delete
  8. dulu aku rajin banget bukain sosmed salah satunya fb, tpi klo skrng hmmm sosmed kalo menurt ku pribadi malah mengganggu... mengganggu dalam arti mengganggu pekerjaan kantor, dan ketika iseng2 mau buka... eh notifnya pada gk penting2... jadi skrng aku udah jarang pake sosmed dalam dosis yang berlebihan kak :)

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkomentar yang sopan dan membangun. Jangan bosan untuk berkunjung lagi ya. :)