Thursday, 30 July 2015

Ospek Itu Harus Mendidik Bukan Menghardik


Jadi, tahun ajaran baru telah dimulai. Dan ditimeline sosmed lagi booming ngebahas soal ospek ataupun MOS. Nah, jadi kali ini saya latah mau ikutan bahas soal ospek. Saya enggak mau ikutan maki-maki, enggak mau ikutan marah-marah soal ospek atau MOS ini. Yang bikin saya tertarik disini adalah sebenarnya ospek itu perlu gak sih? Secara ya model-model ospek kebanyakan di negara kita ini tau sendirilah ya seperti apa. Saya yakin semua pasti merasakan yang namanya ospek.

Sebelum kita membahas perlu atau tidakkah ospek itu, sudah tahu belum nih ospek itu apa? Jadi, OSPEK adalah kependekan dari Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus. Lalu apa sih pengertian ospek itu?
OSPEK merupakan momentum bersejarah bagi setiap siswa yang memasuki pintu gerbang perguruan tinggi. Ospek dengan seluruh rangkaian acaranya merupakan awal pembentukkan watak bagi seorang mahasiswa baru. Dengan kata lain bahwa baik tidaknya kepribadian mahasiswa di sebuah perguruan tinggi sedikit banyak ditentukan oleh baik tidaknya pelaksanaan ospek di perguruan tinggi tersebut. id.wikipedia.org
Adapun tujuan dari ospek sendiri diantaranya :
  1. Mengenal dan memahami lingkungan kampus sebagai suatu lingkungan akademis serta memahami mekanisme yang berlaku didalamnya.
  2. Menambah wawasan mahasiswa baru dalam penggunaan sarana akademik yang tersedia di kampus secara maksimal.
  3. Memberikan pemahaman awal tentang wacana kebangsaan serta pendidikan yang mencerdaskan berdasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan.
  4. Mempersiapkan mahasiswa agar mampu belajar di Perguruan Tinggi serta mematuhi dan melaksanakan norma-norma yang berlaku di kampus, khususnya yang terkait dengan Kode Etik dan Tata Tertib Mahasiswa.
  5. Menumbuhkan rasa persaudaraan kemanusiaan dikalangan civitas akademika dalam rangka menciptakan lingkungan kampus yang nyaman, tertib dan dinamis.
  6. Menumbuhkan kesadaran mahasiswa baru akan tanggung jawab akademik dan sosialnya sebagaimana tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Nah, itu dia tujuan ospek yang saya kutip dari id.wikipedia.org. Memang bagus sekali ya tujuannya secara garis besar memberikan wawasan terhadap calon mahasiswa baru. Tetapi pada kenyataannya ospek di Indonesia bisa teman-teman lihat sendirilah ya seperti apa. Kerap sekali diwarnai oleh kekerasan, tindakan senioritas yang semena-mena, menghardik junior bahkan tidak luput para calon peserta ospek diwajibkan menggunakan pakaian yang kalau saya bilang kok mirip orang gak waras ya dan yang paling parahnya lagi sampai ada korban tewas karena ospek. Dan jujur saja saya kurang sreg sama tugas-tugas dari ospek, kok kesannya tidak mendidik dan membuang-buang uang. Tidak jarang untuk memenuhi semua tugas ospek kita harus begadang semalaman, nyari barang yang sulit sekali ditemukan bahkan menghabiskan uang ratusan ribu, kan kasihan bagi kurang mampu. Yang ujung-ujungnya barangnya dibuang begitu saja, kadang dilirik pun tidak sama senior.

Apa salahnya sih kalau ospek itu diisi dengan kegiatan yang positif yang lebih bermanfaat dan yang pasti lebih mendidik rasa persaudaraan rasa keakraban antara senior dan junior, misalkan dengan kegiatan-kegiatan seperti :
  1. Seminar dengan menghadirkan pembicara yang keren.
  2. Pentas musik antara calon mahasiswa ataupun mahasiswa lama.
  3. Pertandingan olahraga yang bisa menambah keakraban.
  4. Acara barbeque bareng supaya lebih saling leluasa berkenalan.
  5. Ataupun acara keakraban yang lainnya yang bisa menambah rasa persaudaraan dan pastinya mendidik dengan positif calon mahasiswa baru.

Jadi, masih perlukah ospek itu? Jika melihat 5 poin kegiatan ospek yang saya sebutkan diatas menurut saya ospek itu masih sangat perlu asal seniornya tidak kebablasan. Tidak membuat calon mahasiswa baru merasa tertindas dan merasa takut. Karena ospek itu banyak banget manfaatnya lho, diantaranya :

1. Menambah keakraban, nih ya jaman sekarang kan lagi musimnya gede gengsi kan ya? Jadi, buat kakak kelas atau adek kelas yang masih malu-malu kucing masih gengsi-gengsi mau kenalan bisa banget melalui kegiatan ospek ini. Dapat mengenal sesama calon mahasiswa juga. Intinya menambah banyak teman baru.

2. Mengenal lebih dekat tentang lingkungan kampus, kalau tidak ada yang namanya orientasi atau pengenalan maka kita tidak bisa mengenal lebih dekat akan kampus kita dong ya. Karena dengan pengenalan lingkungan kampus kita bisa mengetahui seluk beluk kampus, bagaimana sistem dikampus, dikampus kita ada apa aja sih yang selain mahasiswa tidak bisa mengetahuinya, ada teknologi apa saja dan bagaimana cara perkuliahannya, dll.

3. Motivasi untuk sukses, kenapa saya bilang motivasi untuk sukses? Karena dengan mengenal lebih jauh senior kita yang sudah sukses atau cerita tentang senior kita yang sudah lebih dulu sukses itu bisa memberi motivasi kepada calon mahasiswa untuk termotivasi menjadi seperti seniornya yang telah sukses. Bukan menjadi seperti seniornya yang bengis yang menghardik dan menghukumnya ketika ospek untuk kemudian balas dendam di ospek tahun depan. Enggak gitu kan ya? Nah, dari sini pembentukan pribadi bangsa dimulai.

4. Dapat jodoh, eh out of topic dikit nih ya...Tapi ini beneran lho, banyak teman saya yang dapat pacar ketika ospek. Bahkan ada yang sampai nikah, kan sesuatu bangetkan ya? *maksa* hahaha...So, para senior jomblo jangan lewatkan kegiatan ospek. :P

5. dll masih banyak lagi manfaat positif yang lainnya.

Nah, ospek itu sebenarnya memberi manfaat yang positif kok jika dilakukan secara benar tanpa harus melakukan tindakan-tindakan senioritas yang kebablasan. Mungkin memang ada beberapa kampus yang masih menjalankan turun-temurun ospek yang penuh dengan kekerasan tapi ada juga yang tidak.

Jadi, bagi saya pribadi ospek itu masih sangat perlu jika mendidik (positif) bukannya menghardik.

Image Source : Google Image

Kalau menurut kamu ospek itu perlu gak sih?

43 comments:

  1. menurut saya ospek itu perlu ya mbak...tp setuju dengan pendapat mbak bahwa tidak ada hardik menghardik

    ReplyDelete
  2. setuju mbak ada ospek, ospek harus mendidik dan bermanfaat bukan menghardik apalagi sampe melecehkan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul banget, jangan sampe melecehkan...

      Delete
  3. Ospek itu sebenernya bagus. Sayangnya di Indonesia ospek jadi ajang balas dendam para senior. Untung aja selama sekolah gak pernah dapet senior jahat, hihih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, untungnya seniornya baik2 ya mba hehe...

      Delete
  4. di kampus sy upi bandung. ospek sempat dibekukan oleh rektorat..dan diambil alih oleh rektorat diganti jd kuliah umum bersama.bem ga terlibat..tp semua jd monoton.mlh ga rame gitu. akhirnya ospek diserahkan lg ke pihak bem/mahasiswa. Mungkin msh ada bbrpa yg msh ngospek ala jaman batu, tapi ada juga jurusan dan fakultas yg ospeknya jauh lbh bagus dan inovatif.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya tanpa ospek memang garing, tapi jangan sampe ospek jadi kebablasan juga...inovatif malah bagus ya bisa bikin ospek itu terkenang dan seru hehe...

      Delete
  5. Ospek paling males klo harus pulang sore mnjelang malam....habis itu masih harus nyari bahan yang aneh-aneh....habis itu ngerjain tugas, bikin atribut yang aneh2 pula....

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu yang malesin mba sulis hehehe...

      Delete
  6. Di kampus saya, sejak tahun 2008 (saat saya masih MABA) sudah tidak ada beginian. Karena jurusan saya arsitek, maka diganti dengan aktifitas yang berhubungan dengan dunia arsitektur, seperti belajar sketsa salah satunya dan di pandu oleh senior-senior.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah jadi lebih mengenal materi perkuliahan gitu ya mas? bagus dong...

      Delete
  7. Menurut saya perlu, kalau ospeknya sesuai dgn 6 tujuan yang disebutkan di atas.
    Saya masuk kuliah tahun ajaran 2003. Alhamdulillah kampus saya menerapkan ospek sesuai dengan definisi dan tujuannya. Kita sebagai mahasiswa jadi merasa senang mendapat pembekalan sebelum perkuliahan dimulai.
    Dan setuju banget kalo ospek yang benar itu bisa menciptakan keakraban, serta dapat jodoh pula. Hihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sorry, maksudnya tahun 2002
      :P

      Delete
    2. Yeay ada yang setuju dapat jodoh ahahaha...

      Delete
  8. tapi yg aku heran ada loh poeerta Mos walau dibentak-bentak malah seneng, kalau ditannya kenapa? kan ini hanya untuk lucu2an. heran aku. Aku sih gak suka dibentak-bentak dan sebel lihat kakak kelas yang sok galak dan judes. Ada yang aku tetep sebal sampai aku lulus kuliah sama kaka kelas yang bentak aku yang bikin sakit hati. nah, ini jadi malah bikin permsuhan bukan persahabatan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sih justru disitu seninya ospek, walaupun dibentak senang2 aja...Tapi yaitu asal jangan kebablasan saja yang akhirnya malah kayak mba tira jadi sakit hati... :)

      Delete
  9. Yang pasti ps ospek cari teman baru sebanyak-banyaknya...itu akan bermanfaat saat di semester akhir...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha....bener, buat minta bantuin ngerjain skripsi ya mas wahab? :P

      Delete
  10. Dari judulnya aja udah setujuuuu banget. mba pake hijab ya sekarang, pangling saya. mudah2an istikomah dan makin disayang Alloh SWT

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, alhamdulillah pakai hijab sekarang hehe...amiiinnn, makasih do'anya mba kania? :)

      Delete
  11. menurut saya OSPEK perlu mak..tapi ya itu dengan syarat2 tertentu seperti tanpa kekerasan dan lain2 mak

    ReplyDelete
  12. Ospek saya dulu disuruh buat topi dari setengah bola plastik dibentuk semirip mungkin dengan toga. Memakai atribut dari kardus dan dipasang foto terlawas yang dimiliki.
    Jan, ngrepoti banget itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. banget mas hahhaha...males sakjane :D

      Delete
  13. Setuju banget untuk bagian dapat jodohnya... EHHH xD

    ReplyDelete
  14. Kalau yg ditanya anak2, mereka malah heran mengapa para orang tua marah2 dg MOS, pdhl anak2 itu takut bikin kesalahan juga lo. Mereka mlh bilang pr ortu ini lebay, ntar anaknya jdi manja. Tp krn sdh ada testimoni yg dibully, jadi khawatir juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sih mba...kadang pada bilang gitu kl ortunya terlalu ikut campur ntar jd anak manja, aku bilang sih bener banget...soalnya kl ga ada ospek itu gak seru, tapi seniornya itu lho kadangan kebablasan yang bikin para ortu khawatir sebenarnya itu...iya kan ya? *maksa* :D

      Delete
  15. ospek sebenarnya perlu,tapi kayaknya nggak sih hahaha yg terpenting adalah pendidikannya :D *tiba-tiba dicariin senior

    ReplyDelete
    Replies
    1. walaahhhh hahha...hati-hati dalam perjalanan pulang mas, senior anda menunggu disana wkwkwkk....

      Delete
  16. Selama tidak dalam bentuk kekerasan, emang OPSPEK ada segi positifnya kok. Jaman SMP dan SMA dulu aku nggak ada MOS, adanya pas kuliah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju mba selama tidak ada kekerasan ospek itu memang perlu kok :)

      Delete
  17. menurut saya kalo ga ada ospek kayanya ga seru, tapi ospek juga harus mengikuti aturan, jangan sampe terjadi kekerasan atau perpeloncoan, justru dengan adanya ospek kita bisa menambah teman baru.

    ReplyDelete
  18. Waktu ospek pernah disuruh buat nulis puisi pada kakak kelas yang terpavorite.. hehehe.. Kalo yang ini mendidik gak Mbak ?? hehehehehehe :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahahha...mendidik ga yaaa....gtw deh mas mungkin bagian dari poin nomor 4 kali ya, dalam rangka mencari jodoh ehehehe....

      Delete
  19. sebenarnya mos atau ospek itu banyak manfaatnya dan itu akan mendatangkan kebaikan bagi hubungan antar siswa atau mahasiswa. serta sebelum masuk secara belajar akan mengenal terlebih dahulu seluk belum sekolah atau kampus, jadi tidak bingung lagi nantinya.....dan satu lagi gan, banyak cinta bersemi dalam ospek atau mos lo gan...heeeee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sippo persis apa yang saya utarakan tentang manfaat ospek diatas mbah :D

      Delete
  20. alhamdulillah dulu pas kuliah ospeknya lebih banyak ilmu, kegiatannya banyak kayak seminar gitu, trus kostumnya juga normal, pake kaos khusus ospek, cuma acaranya dari pagi sampe sore bahkan malem, jadi pas pulang udah capek, padahal masih harus bikin paper buat dikumpul besoknya, jadi seringnya nulis sambil tidur gitu hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha...Iya ngerjain tugasnya sampe ketiduran ya mba dona hehe....

      Delete
  21. Zamanku kuliah dulu juga sdh ada Ospek. Dan betul, tidak semua senior bisa menjalankan prosesnya dengan wajar. Ada yang membentak-bentak juga (mungkin supaya ditakuti gitu), tapi kebablasan. Btw, setuju Ospek tetap ada tapi diubah seperti saran Mbak Handdriati. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya mba...yang kebablasan itu yang bikin jadi gak baik...padahal kalau dilakukan dg semestinya tanpa ada kekerasan semuanya bakal asik asik aja ya, gak bikin orang tua merasa khawatir jg. :)

      Delete

Terimakasih sudah berkomentar yang sopan dan membangun. Jangan bosan untuk berkunjung lagi ya. :)