OMRON Nebulizer, Pilihan Tepat Untuk Melakukan Inhalasi Sendiri Di Rumah!

Tuesday, 17 January 2017


OMRON Nebulizer, Pilihan Tepat Untuk Melakukan Inhalasi Sendiri Di Rumah!Tidak terasa sudah hampir 3 tahun nebulizer ini menjadi teman terbaik untuk menyembuhkan sesak napas saya dirumah. Ya, saya adalah penderita asma dengan faktor keturunan. Bapak, Nenek dan beberapa keluarga saya juga penderita asma.

Kalau dari pengalaman yang saya alami selama ini, awal mula sesak napas itu bisa dipacu dari berbagai hal kecil. Seperti:
  1. Batuk-batuk karena gatal tenggorokan,
  2. Sakit tenggorokan,
  3. Terserang influenza,
  4. Batuk berdahak,
  5. Menghirup asap rokok, bahkan
  6. Kedinginan karena cuaca.

Apalagi akhir-akhir ini cuaca memang sedang tidak menentu, hujan bisa turun disepanjang tahun. Ini juga bisa berakibat terhadap rentannya daya tahan tubuh kita terutama bagi seseorang yang mempunyai gangguan pernapasan, termasuk juga saya.

Dulu, sebelum mengenal ventolin inhaller dan nebulizer. Saya hanya meminum obat pelega napas seperti yang ada di Televisi. Jadi. kalau sudah mengalami salah satu dari ke-6 hal di atas, saya sudah harus berhati-hati. Hati-hati sebisa mungkin untuk tidak mengalami gangguan pernapasan, karena kalau sudah sampai sesak napas bunyi "ngik-ngik" dan atau batuk-batuk kemudian dahak sudah mengental dan menyumbat saluran pernapasan itu artinya saya harus sudah sedia obat-obatan tersebut. Tapi, yang namanya minum obat efeknya tidak langsung terasa. Bahkan kadang tidak manjur sama sekali.

Sampai akhirnya saya mulai mengetahui nebulizer atau penguapan atas saran seorang dokter. Bagi sebagian orang Nebulizer mungkin masih terdengar asing, tapi tahukah kamu kalau sebenarnya nebulizer ini memiliki makna yang sama dengan terapi uap? Jadi, Nebulizer adalah alat yang digunakan untuk mengubah bentuk obat yang semula dalam bentuk cair menjadi partikel aerosol. Partikel aerosol inilah yang kemudian disebut dengan uap. Jadi, uap yang terbentuk bukanlah uap yang dihasilkan panas mesin, melainkan partikel-partikel obat. Proses penguapan tersebut biasa disebut juga dengan inhalasi.

Pada saat itu, untuk melakukan inhalasi saya diharuskan ke Rumah Sakit, tentu saja dengan biaya yang tidak sedikit. Waktu pertama kali saya melakukan inhalasi, saya mengeluarkan biaya sebesar Rp 350.000,-. Kemudian pada saat saya kuliah di Yogyakarta saya mulai sering melakukan inhalasi ke Rumah Sakit, jikalau asma saya seharian tidak kunjung sembuh. Biaya yang dikeluarkan berkisar Rp 75.000,- sampai Rp 100.000,-. Lama-kelamaan berat juga ya diongkos.

Sampai akhirnya saya memutuskan untuk merasa perlu memiliki alat inhalasi sendiri dirumah dengan alasan sebagai berikut:
  • Ketika saya ingin melakukan inhalasi ke Rumah Sakit sewaktu asma saya kambuh, kerap kali saya harus mengantri dengan pasien yang lainnya. Bahkan bisa saja antriannya panjang, itu artinya saya harus menahan sesaknya napas lebih lama bahkan bisa sampai satu jam. Sedangkan yang namanya sesak napas itu bukan hal yang enak untuk ditahan-tahan.
  • Dengan memiliki nebulizer sendiri di rumah, saya bisa melakukan inhalasi kapan saja secepatnya ketika asma saya kambuh. Semisal ketika tengah malam asma saya kambuh, saya tidak perlu lagi untuk pergi ke Rumah Sakit.
  • Kemudian dari sisi biaya, kalau menurut perhitungan saya memiliki nebulizer sendiri di rumah jauh lebih hemat biaya dibandingkan kita melakukan inhalasi di Rumah Sakit. Bayangkan saja ketika sekali melakukan inhalasi di Rumah Sakit kita memerlukan biaya berkisar Rp 100.000,-, jika dalam satu bulan asma kita kambuh beberapa kali sudah berapa ratus ribu yang harus kita keluarkan?

Maka dari itu, saya merasa perlu memiliki nebulizer sendiri di Rumah. Harga nebulizer dan obatnya pun jauh lebih murah dibanding kita harus bolak-balik ke Rumah Sakit.

OMRON Nebulizer adalah alat terapi pernapasan terbaik yang saya punya saat ini. Jika kamu familiar dengan alat-alat kesehatan, pasti kamu juga akan familiar dengan OMRON. Yaitu produsen alat kesehatan asal Jepang. Untuk mendapatkan OMRON Nebulizer pun sangat mudah, karena OMRON Nebulizer tersedia di apotek dan toko alat kesehatan seperti Century Health Care, Guardian, Kimia Farma, Boston Health & Beauty Inside Out, Watson, Apotek Roxy, MITRA Sana, Apotek K24 dan dinomarket.com. Mungkin kalau kalian mengecek online shopping mall juga biasanya banyak yang menjual OMRON Nebulizer ini. Harganya pun cukup terjangkau untuk ukuran alat kesehatan yang bermanfaat seperti ini, kisaran Rp 600.000,- an. Lebih hemat kan jika dibandingkan kita harus bolak-balik ke Rumah Sakit? Apalagi sama-sama kita tahu bahwa biaya Rumah Sakit saat ini tidak murah, kecuali kita menggunakan BPJS ya mungkin bisa saja gratis 😁.

Kebetulan OMRON Nebulizer yang saya punya adalah tipe kompresor dengan seri NE-C28. Yaitu tipe yang menggunakan kompresor. Kompresor ini berfungsi untuk mengompres udara dan mengalirkannya ke cairan obat yang ada pada tangki obat, sehingga cairan tersebut berubah menjadi partikel aerosol. Maka dari itu OMRON Nebulizer NE-C28 ini berukuran besar dan agak bising karena dioperasikan menggunakan kompresor. Tetapi, jangan khawatir karena OMRON memproduksi alat nebulizer yang disesuaikan dengan kebutuhan si pengguna. Seperti OMRON NE-C801KD yang diperuntukkan bagi anak-anak dan didesain khusus untuk anak dengan warna kuning dan disertai dengan boneka yang lucu. Ataupun jika ingin memiliki OMRON Nebulizer dengan ukuran yang lebih kecil namun hening dan ringan terdapat pula seri NE-C803 dan NE-C801. Pada dasarnya semua OMRON Nebulizer tersebut bisa dipergunakan untuk anak-anak. Jadi, kalau mau beli tinggal disesuaikan saja sesuai kebutuhan. Oiya, ada info menarik nih. Kalau kamu ingin membeli OMRON Nebulizer terbaru yang seri NE-C803 kamu bisa mendapatkan diskon 20% dan hanya berlaku untuk pembelian di dinomarket.com. Lumayan tuh dari harga Rp 630.000,- menjadi Rp 504.000,-.


Jadi, OMRON Nebulizer seri NE-803 ini merupakan nebulizer keluaran terbaru. Keunggulannya lebih ringan, bunyinya lebih hening dan travel friendly karena ukurannya hanya segenggaman tangan.

macam-macam omron nebulizer

Nah, keuntungan dilakukannya inhalasi yaitu pemberian obat lebih tepat sasaran karena langsung ke saluran pernapasan, sehingga dapat mengurangi efek samping yang tidak diinginkan.

obat untuk inhalasi sendiri di rumah
NaCL-nya saya bungkus plastik, karena kesalahan dalam membuka kemasan jadi tumpah :(

Saat ini obat inhalasi pun banyak dijual di apotek-apotek dan kita dapat membelinya sendiri sesuai dengan kebutuhan. Tapi, saran saya sih sebelum melakukan inhalasi sendiri dirumah konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter supaya tahu jenis obat apa yang diperuntukkan bagi kita dan dosisnya seberapa.

Harga NaCL ini cukup murah dengan kemasan infus seperti gambar di atas, sekitar Rp 14.000,-. Begitupun dengan Ventolin Nebules, saya beli dengan harga Rp 50.000,- isinya ada 5 tube kecil-kecil.

Kalau saya biasanya menggunakan NaCL dan Ventolin Nebules saja. Oiya, kemarin pada saat saya hamil asma saya kambuh cukup parah karena kok tumben-tumbennya di inhalasi sampai 3 kali dalam sehari tidak mempan. Akhirnya saya memutuskan untuk ke dokter spesialis penyakit dalam dengan surat rujukan dokter kandungan, disana pun saya tetap di inhalasi namun yang berbeda adalah obatnya.

obat untuk inhalasi sendiri di rumah untuk ibu hamil

Nah, obat yang diberikan oleh dokter spesialis penyakit dalam waktu itu adalah flixotide nebule dan combivent. Saran saya sih kalau kamu wanita hamil kemudian mengalami sesak napas atau asmanya kambuh dan cukup parah, segeralah periksa ke dokter ataupun ke dokter spesialis penyakit dalam. Dosis obat yang digunakan adalah satu flixotide dan satu combivent. Dua kali nebulasi akhirnya asma saya sembuh.

nebulizer kit
Nebulizer kit

Cara menggunakan nebulizer pun sangat mudah, berikut langkah-langkahnya:
  1. Pastikan nebulizer bersih dan siap digunakan.
  2. Masukkan obat sesuai dosis yang diresepkan oleh dokter ke tangki obat.
  3. Pasang semua nebulizer kit termasuk masker ataupun mouthpiece dan sambungkan ke kompresor dengan pipa udara.
  4. Nyalakan nebulizer.
  5. Bernapaslah dengan menggunakan mulut dan hirup uap obat secara perlahan, lalu tahan beberapa detik seperti menahan napas. Ini berguna supaya obat dapat terserap ke paru-paru, setelah menahan napas beberapa detik lalu buang napas dan hirup kembali uap obat. Begitu seterusnya sampai obat habis, biasanya obat akan habis sekitar 15-20 menit.
  6. Setelah selesai matikan kompresor, lalu bersihkan nebulizer kit. Kalau saya sih biasanya merendam nebulizer kit di air yang telah mendidih selama kurang lebih 10 menit untuk disterilkan.
Mudah bukan cara memakainya? Jadi, OMRON Nebulizer merupakan alat terapi gangguan pernapasan yang menjadi pilihat tepat untuk melakukan inhalasi sendiri di rumah saat ini untuk saya.

Kemudian, penggunaan nebulizer yang benar juga mempengaruhi efektivitas obat. Sehingga pemakaian obat bisa semaksimal mungkin dan tepat sasaran. Berikut adalah beberapa tips yang biasanya saya lakukan dalam melakukan inhalasi:
  1. Memakai pakaian yang longgar, jangan menggunakan pakaian yang ketat ataupun tebal.
  2. Gunakan dosis obat sesuai dengan apa yang diresepkan oleh dokter dan jangan asal menakar obat.
  3. Dalam melakukan inhalasi, pastikan kita mengambil posisi duduk tegak dengan posisi yang senyaman mungkin. Jangan memiringkan nebulizer kit lebih dari 45 derajat, karena obat bisa tumpah.
  4. Apabila inhalasi dilakukan pada anak, usahakan anak dalam keadaan tenang dan tidak menangis meronta-ronta. Supaya obat dapat terserap secara efektif ke paru-paru.
  5. Apabila ditengah inhalasi merasa pusing ataupun merasakan hal yang agak aneh dan tidak biasa, hentikan inhalasi sejenak. Lalu mulai lagi jika dirasa sudah nyaman.
  6. Setelah melakukan inhalasi usahakan cuci muka, untuk menghilangkan sisa-sisa obat yang mungkin masih menempel disekitaran hidung dan mulut (jika melakukan inhalasi dengan masker).
Setelah menggunakan nebulizer, alangkah baiknya untuk selalu membersihkan nebulizer kit dan menyimpannya secara hati-hati. Karena kalau semisal satu saja bagian dari nebulizer kit tidak ada, pada saat akan digunakan biasanya nebulizer tidak bisa digunakan dan tidak mengubah obat menjadi uap. Seperti alat pada foto di bawah ini, namanya Vaporiser Head. Ini adalah alat yang mengubah obat menjadi uap. Jadi, kalau alat ini tidak terpasang artinya inhalasi tidak bisa dilakukan karena obat tidak akan berubah menjadi uap.

vaporiser head untuk inhalasi
Vaporiser Head

Jadi, memiliki riwayat gangguan pernapasan saat ini bukanlah suatu halangan untuk kita dalam melakukan berbagai aktifitas diluar. Karena dengan penggunaan alat nebulizer secara tepat dan bentuk yang travel friendly ini dapat memudahkan kita melakukan inhalasi dimanapun saat diperlukan terutama saat di rumah. Karena kesehatan itu mahal harganya jika sakit itu tiba, maka yuk sedia payung sebelum hujan dengan memiliki alat-alat kesehatan sendiri di rumah. Terutama bagi kita yang mengalami gangguan pernapasan, toh harganya tidak semahal dibandingkan kita harus bolak balik berobat ke dokter.

Itulah mengapa saya bilang bahwa OMRON Nebulizer merupakan pilihan tepat dan partner terbaik untuk mempermudah terapi gangguan pernapasan yang dapat dilakukan sendiri di rumah.

Demikianlah cerita saya dengan OMRON Nebulizer. Dan semoga kita selalu diberikan kesehatan ya 😘. Amin.



41 comments:

  1. Mirip punyaku. Iya aku juga dah lama punya daripada ke rs kayak gitu lagi sama aja dengan dirumah juga.
    Sehat2 yoo busui :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, Alhamdulillahnya manjur ya jadi bisa ngirit ongkos hehehe... Sehat-sehat juga mba ech :*.

      Delete
  2. Iya ya han km punya asma, dgn nebulizer ini bisa lebih hemat dan cepat gak harus lama pergi ke rs dulu, apalagi harus ngantri lama, pasti lumayan sakit nahan sesak nafas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, gak enak banget jadi sakit dadanya kl ditahan2 hoho

      Delete
  3. Kalau punya sendiri dirumah enak ya mbk,membantu banget buat yang punya asma dan sering kena flu. Nggak perlu ke rs..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, jauh lebih terjangkau drpd bolak balik rs...

      Delete
  4. Aku belum pede pake nebulizer sendiri, padahal pengen banget beli buat bantu raya kalau lagi pilek & batuk.. baca ini jadi terinspirasi, ternyata gampang juga pake nebu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. gampang pake banget mba san hihihi...
      beli aja tuh mumpung ada diskon yg keluaran terbaru xD

      Delete
  5. Wah, dari kemarin aku pengen beli tapi belum beli2. Padahal penting, ya? :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau memang sering sesak napas, penting banget mba hehe...

      Delete
  6. Pengen punya nebulizer juga. Apalagi cuaca kaya gini anak gampang kena penyakit.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, cuaca lg gak menentu. Sedia payung sebelum hujan hehe...

      Delete
  7. Sy baru beli sih mak. Dan alhamdulillah, nebulizer ini bisa membantu ketila sesak nafas lg kumat. Selain oksigen jg

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi... iya mba membantu dan bermanfaat banget :)

      Delete
  8. Makasih Kak infonya,
    Kalo dihitung-hitung lebih hemat beli nebu aja ya daripada harus bayar tiap ke RS buat dinebu
    Semoga sehat selalu Kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak edo lebih hemat beli nebu plus obatnya drpd ke RS menurutku hehe

      Delete
  9. Wah pas banget infonya bu,kebetulan suami ada asma juga 😖 di jogja bisa dibeli dimana ya bu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. di apotek wuringin coba bu perempatan ke2 setelah mutiara, atau di apotek2 besar kayak guardian, watson atau apotek k24 bu :)

      Delete
  10. Wow! keren juga ya kalo punya peralatan macam ini dirumah, berasa jadi dokter hehehe...

    Kalau di daerah Malang dmn ya kak kira2 kalau mau cari peralatan seperti ini? terima kasih infonya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. online aja kak di dinomarket.com tuh lg diskon 20%
      kalau enggak di guardian atau apotek yg menjual alat2 kesehatan biasanya ada

      Delete
  11. kalo punya alat ini, gak perlu jauh-jauh ke RS ya mbak, bisa cepet dpt pertolongan

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, aku biasanya pakai kalau seharian gak sembuh2 langsung deh di inhalasi hehe

      Delete
  12. lengkap mba pembahasanya, aku baru tahu ada alat beginian. malah diaksi tips preparationya segala termasuk pakaian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi...iya mba nurul, ben kumplit jadi tak critain semuanya ehehe...
      ini alat manjur banget mba, aku kl asmanya kumat gak sembuh seharian di uap langsung sembuh xD

      Delete
  13. Aku juga pengen beli biar punya sendiri lumayan harganya y mba xixixi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, mumpung ada diskon juga tuh produk terbarunya 20% di dinomarket.com xD

      Delete
  14. Omron ini termasuk produk recommended zaman aku masih kerja di apotek Guardian dulu, Mbak. Banyak yang cari. Selain produk nebulizer, ada juga produk untuk ukur tensi, timbangan, termometer, dll. Mayan komplet. Moga sehat terus Mbak sekeluarga. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba omron juga awet hihi...
      Makasih do'anya ya mba haya, sehat terus juga untuk mba haya sekeluarga :).

      Delete
  15. Kayaknya aku jg bth ni. Anakku no 2 jg ada riwayat alergi. Dlu bbrp x nebu d klinik, kyknya hrs pny sendiri. Mksh review nya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 mba semoga bermanfaat ya reviewku, sehat2 juga buat anaknya :)

      Delete
  16. aku juga punya omron nebul udah lama mak. dari kecil aku asma sekarang anakku juga asma makanya harus punya nebul di rumah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, kl punya asma emang sebaiknya punya nebulizer. Biar penanganan pertamanya lebih cepat hihi...

      Delete
  17. makasih infonya mbka, sangat membantu sekali ini...

    ReplyDelete
  18. Bermanfaat banget yaaa ini apalagi travel friendly^^ tapi ku belum pernah punya nebu mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak bermanfaat banget hihi... kalau punya riwayat gangguan pernapasan sih aku menyarankan banget mak untuk punya ini hehe...

      Delete
  19. Peralaran tempur kifah bgt ini, alat uap, nacl, ventolin

    ReplyDelete
  20. Artikelnya kakak ini keren deh pokoknya... bermanfaat banget

    ReplyDelete
  21. yeay, selamat mbak hance, dapat juara dua

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkomentar yang sopan dan membangun. Jangan bosan untuk berkunjung lagi ya. :)