Sekolah di Usia Dini

Sunday, 11 August 2019


Jadi orang tua, baik Ayah maupun Ibu bukanlah pekerjaan setahun atau dua tahun, melainkan pekerjaan seumur hidup. Sudah siapkah? Jujur, kalau saya sih kaget ya. Bukan kaget yang gimana-gimana sampai tidak mau menyentuh anak sama sekali, tapi cenderung ke oh ternyata begini oh ternyata begitu oh ternyata ini salah itu benar ataupun sebaliknya. Karena kami terutama saya pun masih harus belajar dan berproses seumur hidup.

Perasaan baru kemarin lahiran, eh tahu-tahu si sulung sekarang sudah mau 3 tahun saja. Sudah masuk usia untuk masuk kelompok belajar. Dan saya sih kekeuh pengen dia ikutan sekolah. Dipaksa? Oh, tentu tidak. Semaunya saja. Saya hanya mengenalkan. Dalam artian ini loh namanya sekolah, seperti ini loh sekolah, di sekolah tuh banyak temannya loh, sekolah itu seru loh, bla bla bla. Kurang lebih seperti itulah, awalnya sih biar Abimanyu bisa lebih lihai bersosialisasi. Karena di lingkungan rumah sini jarang sekali anak kecil yang bisa diajak untuk bermain.

Sejauh ini sih saya dan suami sepakat untuk tidak memaksa, kalau anaknya di sekolah minta pulang, nangis, cranky, belum mau belajar dsb ya tidak apa-apa. Wong kalau baru nyampe sekolah terus sudah minta pulang ya saya pulang kok 😂. Besok ditanya lagi, "Mau sekolah gak mas?". Kalau jawabannya mau ya kita berangkat sekolah, kalau tidak ya mari mamah tidur lagi HAHAHA.

Kami (saya dan suami), belum mendiskusikan sampai yang detail sih tentang target sekolah harus apa dan gimana. Yang jelas, sekarang sih kita tidak terlalu mengedepankan nilai akademik ya. Kami pengen Abim bisa mudah bersosialisasi dan mandiri dalam problem solving. Saat ini saya sedang dalam masa galau memilih sekolah untuk anak, niatnya sih ingin masuk SD IT tapi masih harus memilih sekolah mana yang bagus yang seru dan yang pasti bisa bikin anak betah dan nyaman.

Gak maksa juga harus les ini itu, tapi mau maksain kalau menguasai Bahasa Inggris dan bisa berkomunikasi yang baik jaman now itu penting. Karena ya pengalaman saja sih, di dunia kerja banyak sekali orang-orang pintar yang tidak pandai berkomunikasi dan mentok banget karirnya gitu-gitu aja. Beda dengan mereka yang cerdas dan pintar berkomunikasi, kebanyakan dari mereka ya bisa melesat cepat untuk mencapai apa yang mereka mau. (Menurut saya loh ya! lol!) 😂

Setiap orang tua memiliki pola asuh dan target yang berbeda kepada anaknya, dan saya pun gak bisa nge-judge kalau ini benar itu salah. Karena ya siapalah saya ini pakar pendidikan saja bukan.

Sekarang Abimanyu sudah mulai sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan masih akan berlanjut hingga 2 tahun ke depan saya rasa, karena saya gak mau memaksakan juga untuk masuk SD diusia semuda mungkin ya. Ikut program pemerintah saja masuk SD di umur kurleb 7 tahun (saya sih harapannya lebih cepat dari 7 tahun ya, tetep! haha), karena ya memang kurikulum kelas 1 SD di Indonesia sekarang di desain untuk usia kurang lebih 7 tahun.

Apakah tidak bosan sekolah kelamaan? Hmmm... InsyaAllah tidak ya dan mudah-mudahan tidak, karena kan saya juga gak maksain harus berangkat sekolah. Intinya saat ini masih semaunya di sekolah, saat ini saya tidak memaksa untuk dia mau belajar. Toh sekolah seminggu cuma 3 hari dan itu pun hanya 2 jam yang di sekolah isinya pun cuma mainan. Lain cerita kalau sudah SD di sekolah tidak mau belajar ya, itu perlu dibimbing lebih lanjut.

Memang pelaksanaan kurikulum sekolah di Indonesia saat ini masih menjadi pro kontra ya. Yang jelas as a parent, saya hanya ingin melakukan yang terbaik untuk anaknya. Dan akan selalu bangga akan mereka. Begitu pun dengan kalian sebagai orang tua, karena berbeda itu gak papa. Kita punya goal masing-masing terhadap anak. Anakmu pintar matematika, mungkin anakku akan lebih pintar di komunikasi. Ya gak papa, setiap anak punya keunggulan yang berbeda-beda.

Mungkin cara saya mendidik anak masih banyak kekurangan dan tidak seberapa dibanding dengan orang tua lain diluar sana. Kembali lagi, saya selalu berfikir setiap anak itu berbeda. Sugesti ini selalu saya ucapkan kalau melihat anak lain sudah bisa ini itu sedangkan anak saya masih kalem mainan wkwkwk.

Sekian curhatan kali ini hihi.

Ayo, yang mau sharing tentang sekolah anaknya buibu pakbapak. Kolom komentar terbuka lebaaaaaar. 😂



4 comments:

  1. Hmm anakku juga sekarang masuk PAUD nih Mbak, soalnya juga bisa sekalian belajar

    ReplyDelete
  2. Hmm kalau saya dulu sih langsung TK Mbak hihi. Kok jadi menceritakan saya yah :v

    ReplyDelete
  3. Wah iya tuh Mbak, menjadi orantua itu juga perlu belajar nih ya Mbak

    ReplyDelete
  4. aku nanti nyekolahin aal pas 5 tahun aja ceu, emaknya lagi mager, males jadi macan ternak wkwkwk

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkomentar yang sopan dan membangun. Jangan bosan untuk berkunjung lagi ya. :)